
Jika engkau berencana hijrah atau ingin menggali lebih banyak informasi tentang kehidupan di Daulah Islamiyyah, maka tulisan ini sangat direkomendasikan. Aku menulisnya dalam tulisan yang panjang dan membaginya ke dalam beberapa sub tema, dengannya aku berharap dapat menghilangkan keraguanmu dan menjawab pertanyaanmu.
A. Hal yang akan terjadi saat engkau pertama kali tiba di Suriah.
Engkau akan tinggal di dalam rumah khusus Muslimah yang disebut Makkar. Makkar adalah rumah di mana semua Muslimah akan tinggal untuk beberapa waktu tertentu sebelum mereka diberi tempat tinggal atau sebelum dipindahkan ke kota lain.
1. Jika engkau baru saja melewati perbatasan, engkau akan ditempatkan di Makkar yang lokasinya dekat dengan perbatasan.
2. Engkau akan bertemu Muhajirah dari seluruh tempat di dunia, terkadang bisa jadi engkau adalah satu-satunya orang yang berbahasa Inggris.
3. Makkar memiliki beberapa ruangan dan sebuah ruang santai. Toleransi sangat penting. Terkadang mungkin engkau merasa tidak nyaman. Namun ukhty, ingatlah bahwa ini adalah tentang Hijrah dan Jihad sehingga engkau harus belajar untuk tidak mengeluh dan bersabarlah.
4. Jika engkau tidak menyukai pembagian makanan (makanan dalam satu wadah yang dimakan bersama-sama -pent) atau engkau merasa sulit beradaptasi dengan rasa yang berbeda, engkau dapat memasak untuk dirimu sendiri. Daulah menyediakan bahan makanan yang cukup seperti pasta, spageti, beras, terigu, roti, kentang, sayuran, dan lain-lain. Daulah pun menyediakan buah-buahan seperti jeruk dan apel.
5. Jika engkau memiliki bayi, jangan khawatir. Daulah akan menyediakan kebutuhanmu seperti pampers, tisu basah, dan susu (selama engkau tinggal di Makkar).
6. Aku menyarankanmu agar membawa peralatan mandi dan kebutuhan khusus wanita sedikitnya untuk persediaan selama satu bulan.
7. Mereka yang tinggal di Makkar bervariasi antara satu dan lainnya. Ada Muslimah yang tinggal hanya untuk beberapa jam, yang lain mungkin lebih lama sampai berbulan-bulan. Semua itu tergatung seberapa cepat mahrammu dapat menjemputmu dari Makkar atau seberapa cepat Mujahidin yang bertugas menyiapkan kendaraan untukmu.
8. Tidak semua Makkar memiliki koneksi internet. Saranku belilah simcard 3G saat engkau berada di Turki sehingga engkau tetap dapat menghubungi familimu setelah engkau berhasil melewati perbatasan.
9. Jika engkau memiliki penyakit pribadi, bawalah persedian obat untuk periode yang cukup lama, minimal sebulan. Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, tinggal di Makkar bisa jadi diperpanjang untuk waktu yang belum diketahui. Jika engkau memakai kontak lens, gantilah dengan kaca mata. Jika engkau menderita migrain, bawalah tablet anti-migrain yang cukup untuk mengatasi proses adaptasi yang mungkin memicu migrain.
10. Bawalah sedikit cemilan dan sumber energi. Alhamdulillaah, makanan di sini cukup dan akan selalu cukup, namun beberapa di antara kita mungkin akan menderita dengan keterlambatan penyajian makan malam. Saat itulah engkau butuh cemilanmu agar tetap fit *atau fat* (gemuk -pent) dan bahagia.
11. Jika engkau ingin membawa tambahan uang cash, pastikan bahwa engkau membawanya dalam kurs Euro, Dollar AS, atau Turkish Lira.
12. Engkau tidak butuh selimut dan bantal. Kami punya banyak di Makkar.
13. Tinggal di Makkar membutuhkan banyak, BANYAK kesabaran. Tidak semua orang yang berhijrah itu sempurna. Ada Muslimah yang menyebalkan, mungkin ada juga yang tidak ramah. Jadi, jangan berekspektasi tinggi sehingga membuatmu berpikir engkau hanya akan bertemu ‘malaikat’di Makkar.
14. Download beberapa buku atau bawalah satu-dua buku yang bagus. Ingat, jangan bawa buku dengan topik ‘Jihad’. Aku pribadi mendownload beberapa buku tentang sikap bangga dan prasangka, juga beberapa novel Inggris, disamping buku-buku karya Ibnul Qayyim -hal ini sangat membantu. Engkau tidak akan memiliki banyak aktivitas di Makkar sehingga buku-buku ini dapat menjagamu tetap ‘hidup’.
15. Bawalah Al Qur’an. Ini adalah saat terbaik untuk menghafal Al Qur’an karena mentadabburi Al Qur’an dapat membantumu untuk menaikkan level keimanan.
(Hal ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadiku sehingga mungkin dapat berbeda dengan Muhajirah lainnya)